Cerpen: Ada Rahsia DiSebalik Jendela Hati

Cerpen: Ada Rahsia Di Sebalik Jendela Hati.

Pak Suki mengorak langkah perlahan menuju kerumahnya. Dia masih mampu untuk meneruskan langkah sumbang, walaupun telah terasa penat dikakinya. Namun sampai juga dia di serambi rumah panggongnya.

Rumah pusaka dari pemberian arwah ayahnya itu, dikelilingi oleh sawah padi nan luas terbentang indah. Arwah ayah Pak Suki seorang yang berada, dan setelah kematiannya, semua harta peninggalan telah diserahkan kepada Pak Suki dan kakaknya, Mak Jah.

Sedang Pak Suki mencuci kaki dengan menggunakan air takungan hujan dihadapan rumahnya itu, kelihatan anak gadisnya sedang menanti akan kepulangannya dengan keadaan yang resah gelisah.

“Ayah…kemana ayah pergi? Netty dah lewat ni!, nanti apa pula kata teman teman Netty!” soal Netty dengan suara yang agak kasar sedikit. Di lihat jam tangannya kembali berkata. “Sebenarnya Netty dah berjanji dengan teman teman, kerana hari ini hari pesta ulangtahun teman Netty!”

Pak Suki tidak terus menjawab pertanyaan anak tunggalnya. Dia terus saja masuk ke ruang rumahnya. Sambil mencapai tuala yang tersangkut didinding rumah itu, dia kembali duduk merehatkan diri diserambi rumahnya itu.

“Ayah pergi ke klinik Encik Borhan!, kemudian…singgah kerumah Mak Jah kau…Kenapa?” dikesatnya peluh yang mengalir dilehernya.

“Dah Netty duga yang ayah kesana!”

“Eh..kenapa dengan kau ni?” tanya Pak Suki. “Apa maksud kata kata kau ni Netty?” terasa janggal olehnya akan kata kata anaknya itu. Satu satunya anak dari hasil perkongsian hidup dengan mendiang isterinya.

“Bukannya Netty tak tahu, ayah kesana bukan sekadar melawat Pak Long yang lumpuh tu!, tapi ayah juga bantu mereka dalam soal kewangan!!”

“Apa salahnya, dia tu kan abang ipar ayah, kasihan mereka, kalau bukan ayanh yang batu Mak jah tu! siapa lagi?” jelas Pak Suki.

“Memang Netty tahu!..Mak Jah tu kakak ayah, tapi kalau dah sampai soal perbelanjaan perkahwinan anak mereka yang ayah hendak bantu tu, bukanlah kasihan lagi namanya, tapi sebaliknya ayah hendak menggalakkan mereka untuk terus mengharapkan setiap belas kasihan dari orang lain”

Rungut Netty pada ayahnya.

“Ayah sedar nak!..memang kata kata kau ada kebenarannya, tapi kau masih belum mengerti, akan tujuan dan maksud ayah untuk menolong mereka”. jelas Pak Suki lagi.

Netty pula cuba memberikan penjelasan akan kata katanya tadi.

“Netty bukan apa yah!, cuma hendak memberitahu ayah yang ayah ni kan sakit dan akan memerlukan rawatan yang rapi. Ini semuanya memerlukan perbelanjaan yang besar!”

(to be continue….)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s